Gubernur Dedi Mulyadi: Milangkala Tatar Sunda Telah Disetujui Kemendagri, Akan Digelar Rutin
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat kirab budaya pada Acara Milangkala Tatar Sunda di Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (2/5/2026). (FOTO: ANTARA/Ilham Nugraha)

Gubernur Dedi Mulyadi: Milangkala Tatar Sunda Telah Disetujui Kemendagri, Akan Digelar Rutin

Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetapkan Milangkala Tatar Sunda sebagai agenda tahunan melalui Pergub yang disetujui Kemendagri. Gubernur Dedi Mulyadi sebut perayaan ini juga bisa melibatkan wilayah Banten dan sebagian Jateng yang memiliki tradisi Sun

TIMES Sumedang,Minggu 3 Mei 2026, 00:14 WIB
0
A
Antara

SUMEDANGPemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan Milangkala Tatar Sunda sebagai agenda rutin tahunan yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Kebijakan ini diperkuat dengan Peraturan Gubernur (Pergub) yang telah mendapat persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Kegiatan ini (Milangkala Tatar Sunda) rutin. Makanya lahirlah yang disebut dengan Milangkala Tatar Sunda. Nanti ditetapkannya dalam pergub, sudah persetujuan Mendagri tanggal 18 Mei,” ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Sumedang, Sabtu (2/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa cakupan perayaan tidak hanya terbatas pada wilayah administrasi Jawa Barat, tetapi juga melibatkan daerah lain yang memiliki keterikatan budaya Sunda.

“Teman-teman yang dari Banten katakan, masuk Tatar Sunda. Kemudian, sebagian dari wilayah Jawa Tengah juga ada desa-desanya yang masih bertradisi Sunda. Nah, itu mereka bisa menjadi bagian untuk diingatkan,” katanya.

Puncak peringatan tahun ini akan digelar dalam bentuk drama musikal di sekitar kawasan Gedung Sate. Ke depan, rangkaian peringatan ini diharapkan dapat membentuk jalur budaya yang lebih utuh. “Dari sini (Sumedang) ke induknya, dulu ke Kawali. Dari Kawali nanti melewati Cianjur. Mudah-mudahan ke depan semua wilayah yang dilalui itu bisa ikut terlibat,” jelasnya.

Gubernur Dedi juga menilai kegiatan ini memiliki potensi dampak ekonomi yang signifikan, terutama melalui penguatan sektor UMKM dan pariwisata. “Tentu tinggi (potensi ekonomi). Setiap perayaan kegiatan selalu melahirkan UMKM. Tahun depan Sumedang sudah berdandan agar lebih siap,” katanya.

Sebelumnya, Pemprov Jabar telah menetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda melalui Pergub Nomor 13 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda. Penetapan ini disebut sebagai upaya mengembalikan jati diri masyarakat Jawa Barat ke akar tradisi yang telah berusia lebih dari satu milenium. Dengan demikian, Milangkala Tatar Sunda ditargetkan menjadi agenda budaya tahunan yang tidak hanya seremonial, tetapi juga memiliki nilai historis, identitas, dan ekonomi berkelanjutan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Antara
|
Editor:Faizal R Arief

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Sumedang, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.