https://sumedang.times.co.id/
Berita

Pendaratan di Bulan: Asli atau Settingan? Ini Kata Ilmuwan

Jumat, 02 Januari 2026 - 10:13
Pendaratan Manusia ke Bulan Bukan Tipuan Hollywood, Ini Alasannya Neil Armstrong menjadi orang pertama yang menginjakkan kaki di permukaan Bulan melalui misi NASA Apollo 11 pada 21 Juli 1969. (foto: NASA)

TIMES SUMEDANG, JAKARTA – Keraguan terhadap pendaratan manusia di Bulan oleh NASA atau Amerika Serikat masih bertahan hingga kini. Banyak yang menyebut NASA (Lembaga Antariksa Amerika Serikat) membuat film pendaratan di bulan di studio Hollywood.

Namun, seorang ilmuwan antariksa terkemuka menilai ada satu argumen kuat yang sulit dibantah: jika misi Apollo pada 1969 benar-benar palsu, Uni Soviet pasti sudah membongkarnya sejak awal.

Pendapat itu disampaikan Dame Maggie Aderin-Pocock, ilmuwan antariksa sekaligus presenter program BBC The Sky At Night. Dalam keterangannya, Maggie mengaku heran karena masih ada pihak yang meragukan fakta bahwa manusia pernah menginjakkan kaki di Bulan.

“Ada banyak bukti yang menunjukkan pendaratan Bulan benar-benar terjadi,” ujar Maggie seperti dikutip dari the Telegraph. “Saat ini, satelit yang mengorbit Bulan bahkan bisa melihat sisa-sisa misi Apollo, seperti bendera dan peralatan yang ditinggalkan di permukaan.”

Namun, menurutnya, argumen terkuat justru datang dari konteks geopolitik pada masa itu. “Pada era perlombaan antariksa, Amerika Serikat dan Uni Soviet saling bersaing ketat untuk mencapai Bulan. Soviet mencetak banyak tonggak sejarah—mengirim hewan pertama ke luar angkasa, manusia pertama, dan berbagai pencapaian lain.”

“Jika Amerika memalsukan pendaratan Bulan, dan itu akan sangat jelas bagi mereka yang memantau, mengapa Uni Soviet tidak pernah membongkarnya? Mereka punya teknologi dan data peluncuran. Jika ada kebohongan, mereka pasti akan menyerangnya habis-habisan,” katanya.

Menurut Maggie, pihak Soviet saat itu memantau setiap peluncuran roket Amerika. “Mereka akan memiliki bukti untuk mengatakan kepada dunia bahwa semuanya palsu. Tapi itu tidak pernah terjadi,” ujarnya.

Ia menambahkan, berhadapan dengan teori konspirasi sering kali tidak mudah. “Saya kadang berdiskusi dengan orang yang percaya Bumi itu datar atau pendaratan Bulan tidak pernah terjadi. Bagi sebagian orang, keyakinan itu sudah seperti agama, dan itu sangat sulit diperdebatkan.”

Sebagai informasi, manusia pertama kali mendarat di Bulan melalui misi NASA Apollo 11 pada 21 Juli 1969, dengan Neil Armstrong menjadi orang pertama yang menginjakkan kaki di permukaan Bulan, diikuti oleh Buzz Aldrin, sementara Michael Collins tetap mengorbit di Modul Komando.

Momen bersejarah itu disaksikan oleh jutaan orang di seluruh dunia, dengan Armstrong mengucapkan kalimat ikonik: "That's one small step for man, one giant leap for mankind". (*)

Pewarta : Rochmat Shobirin
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Sumedang just now

Welcome to TIMES Sumedang

TIMES Sumedang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.